1. A.    Pendahuluan

 

Ritual adalah serangkaian kegiatan yang dilaksanakan terutama untuk tujuan simbolis[1]. Ritual dilaksanakan berdasarkan suatu agama atau bisa juga berdasarkan tradisi dari suatu komunitas tertentu. Kegiatan-kegiatan dalam ritual biasanya sudah diatur dan ditentukan, dan tidak dapat dilaksanakan secara sembarangan. Di agama Kristen ada beberapa ritual yang biasa dilakukan berikut adalah ritual-ritual dalam agama Kristen.

  1. B.     Kebaktian malam Paskah

Kebaktian Malam Paskah adalah kebaktian yang diadakan di kebanyakan gereja Kristen sebagai perayaan resmi pertama untuk merayakan kebangkitan Yesus. Pada masa lalu, di kebaktian inilah anak-anak menerima baptisan dan orang-orang dewasa menjalankan katekumen. Kebaktian ini dapat diadakan pada waktu setelah matahari tenggelam pada Sabtu Suci hingga matahari terbit pada Minggu Paskah, namun umumnya diadakan pada Sabtu sore.

Di Gereja Katolik Roma, Gereja Anglikan, dan gereja-gereja Ortodoks, kebaktian ini merupakan kebaktian yang terpenting di dalam kalender liturgi gereja dan juga merupakan sakramen Perjamuan Kudus yang pertama selama masa Paskah, yang ditandai dengan penyanyian Alleluia, yang merupakan kekhasan liturgi gereja selama masa Paskah[2].

  1. C.    Kebaktian subuh

Kebaktian subuh adalah kebaktian yang dilakukan pada Paskah. Kebaktian ini dipraktikkan oleh gereja Protestan dan sama seperti kebaktian malam Paskah yang dijalankan pengikut Katolik Roma, Ortodoks Timur, Anglikan, dan Lutheran. Kebaktian ini dilakukan di luar ruangan, biasanya di taman, dan jemaat duduk di kursi umum.

  1. D.    Magnificat

Magnificat (juga disebut Nyanyian pujian Maria) adalah sebuah kidung yang sering dinyanyikan (atau didaraskan) secara liturgis dalam ibadat-ibadat Kristiani. Kidung ini diambil dari Injil Lukas pasal 1 ayat 46-55, yang tersisip di tengah naskah prosa[3].

Menurut Injil, setelah peristiwa anunsiasi (pewartaan malaikat) di mana Maria diberitahu oleh Malaikat Gabriel bahwa dia akan mengandung Yesus, Maria meresponnya dengan visitasi (kunjungan kepada saudari sepupunya Elizabet). Dalam narasi Injil, sesudah menyalami Elizabet, anak dalam kandungan Elizabet (yang kelak menjadi Yohanes Pembaptis) bergerak, dan ketika hal tersebut diberitahukan kepada Maria, dia menyanyikan Kidung Magnificat sebagai balasannya (para sarjana Alkitab, dan manuskrip-manuskrip kuno, berbeda pendapat mengenai apakah Maria atau Elizabet yang menyanyikannya, dalam Alkitab Terjemahan Baru dari Lembaga Alkitab Indonesia disebutkan bahwa Marialah yang menyanyikannya).Menurut beberapa sarjana naskah Alkitab, naskah Magnificat dianggap merupakan sebuah versi ringkas dari nyanyian pujian Hana dalam Kitab 1 Samuel.

  1. E.     Perminyakan (agama)

Meminyaki adalah sebuah ritual dalam berbagai agama dan bangsa dengan mengoleskan minyak yang harum, lemak binatang, ataupun mentega cair.

Upacara ini dilakukan untuk melambangkan pemberian pengaruh ilahi atau sakramental, suatu pancaran kekuatan atau roh yang suci. Hal ini juga dapat dilihat sebagai upacara magis untuk mengusir pengaruh-pengaruh berbahaya dan penyakit dari diri seseorang ataupun benda-benda, khususnya dari roh-roh jahat (drug, dev) yang diyakini sebagai sumber atau penyebab penyakit atau gangguan tersebut[4].

  1. F.     Persembahan hewan

Persembahan hewan adalah bagian dari ritual keagamaan yang bertujuan untuk menyenangkan Tuhan atau dewa-dewa dengan harapan bahwa mereka akan mengganti keadaan alam sesuai dengan keinginan penyembahnya. Persembahan hewan banyak ditemui pada hampir semua kebudayaan, dari kebudayaan Yahudi, Yunani, Roma dan Yoruba. Di Indonesia dalam Islam persembahan hewan disebut kurban. Di Bali persembahan hewan juga dilakukan pada acara-acara adat untuk melakukan penyucian. Hewan yang digunakan untuk upacara persembahan di Bali adalah ayam, sapi, bebek dan babi.

  1. G.    Sursum corda

Sursum Corda (dalam Bahasa Latin artinya “Arahkan hatimu kepada Tuhan”) adalah dialog pembuka pada Pembukaan Ibadat Ekaristi atau Anaphora dalam liturgi-liturgi gereja-gereja Kristen. Dialog ini bisa ditelusuri dari abad ke-3 dari adanya Anaphora karya Hippolytus. Dialog ini tercatat dalam liturgi-liturgi gereja Kristen pertama, dan ditemukan hampir di seluruh ritus-ritus Kristen lama[5].

Gereja-gereja Katolik Roma, Anglikan, Lutheran, Methodist Bersatu, dan denominasi lainnya menggunakan Sursum Corda dalam perayaan Ekaristi mereka. Sursum Corda juga ditemukan di dalam exultet atau himne pujian pada saat Malam Paskah dimana dialog ini dipimpin bukan oleh kepala selebran, tapi oleh diakon.

  1. H.    Kesimpulan

Dari pemaparan di atas pemakalah menyimpulkan bahwa, ritual-ritual yang dilakukan agama kristan ada enam macam yang masing- masing mempunyai tujuan dan manfaatnya sendiri.

  1. I.       Daftar Pustaka

Dr. A. G. Honig jr,” Ilmu Agama”, PT BPK Gunung Mulia, Jakarta cet-4 1988

Hakim, Agus. 2006. Perbandingan Agama. Bandung: Diponegoro.

Ridwan, Zaynur. 2010. The Greatest Design. Jakarta: Salsabila Kautsar Utama.

http://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Ritual_Kristen

 


  [1] . Dr. A. G. Honig jr,” Ilmu Agama”, PT BPK Gunung Mulia, Jakarta cet-4 1988, Hal, 157

  [2] . ibid Hal, 159

 [3] . http://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Ritual_Kristen

 [4] . Hakim, Agus. 2006. Perbandingan Agama. Bandung: Diponegoro. Hal, 98

 [5] . Ridwan, Zaynur. 2010. The Greatest Design. Jakarta: Salsabila Kautsar Utama. Hal, 36